Hukum Ohm : Pengertian, Rumus Dan Contoh Soal | BelaTIH.com

Hukum Ohm : Pengertian, Rumus Dan Contoh Soal

Hukum Ohm
Copyright belatih.com

 

Apa itu Hukum Ohm? Pada pelajaran Fisika, kita pernah dengar mengenai listrik arus searah atau Direct Current (DC). Untuk melakukan perhitungan pada listrik arus searah, terdapat beberapa hukum yang dapat digunakan. Salah satu hukum tersebut ialah hukum Ohm. Hukum Ohm ialah suatu pernyataan bahwa arus listrik yang mengalir pada suatu penghantar sebanding dengan tegangan yang diberikan. Hal ini, berarti semakin besar tegangan yang diberikan, maka semakin besar pula arus listrik yang mengalir. Sebaliknya, apabila tegangan yang diberikan kecil, makan arus listrik yang mengalir juga semakin kecil. 

Pengertian Hukum Ohm

Hukum Ohm ditemukan pertama kali oleh Georg Simon Ohm yang merupakan ahli fisika dari Jerman. Hukum Ohm merupakan hukum dasar pada rangkaian listrik dan digunakan secara luas dalam rangkaian elektronika. Penggunaan Hukum Ohm ialah untuk menghitung tegangan listrik, hambatan listrik dan kuat arus pada rangkaian listrik. Selain untuk menghitung, Hukum Ohm juga dapat digunakan untuk memperkecil tegangan listrik, memperkecil hambatan listrik dan memperkecil kuat arus pada suatu rangkaian listrik. Hukum Ohm berbunyi sebagai berikut :

“Kuat arus dalam suatu rangkaian berbanding lurus dengan tegangan pada ujung-ujung rangkaian dan berbanding terbalik dengan hambatan rangkaian”.

Rumus Hukum Ohm

Hukum Ohm menggunakan beberapa simbol untuk menyatakan tegangan, hambatan dan juga arus listrik. Yang pertama simbol V untuk menyatakan tegangan listrik yang diukur dalam satuan volt (voltase), kedua simbol R untuk menyatakan hambatan listrik yang diukur dalam satuan ohm (resistansi) dan simbol I untuk menyatakan kuat arus listrik yang diukur dalam satuan ampere. 

Sesuai dengan bunyi hukum Ohm, untuk menghitung tegangan listrik secara matematis dapat menggunakan menggunakan rumus : V = I x R.

Kemudian, untuk menghitung hambatan listrik dapat menggunakan rumus : R = V / I.

Lalu, untuk menghitung kuat arus listrik dapat menggunakan rumus : I = V / R.

Apa itu Rangkaian Listrik?

Rangkaian listrik adalah sebuah jalur yang dilalui oleh elektron sehingga dapat mengalir dari sumber arus listrik. Semua komponen pada suatu rangkaian harus dapat menghantarkan listrik dan terhubung satu sama lain. Ada dua jenis rangkaian listrik, yaitu rangkaian seri dan paralel. Contoh rangkaian seri ialah suatu rangkaian yang terdapat dua resistor, namun hanya mempunyai satu jalur kabel untuk dua resistor tersebut. Sedangkan contoh rangkaian paralel ialah suatu rangkaian yang terdapat dua resistor, namun mempunyai satu jalur kabel untuk setiap resistor.

Simbol komponen pada suatu rangkaian listrik dibuat berbeda satu sama lain. Hal ini bertujuan agar komponen dan jalur listrik dapat digambarkan secara jelas. Sehingga gambar diagram komponen pada suatu rangkaian listrik dapat dilihat dengan mudah saat menyederhanakan komponen listrik sesungguhnya.

Apabila hambatan yang diberikan pada suatu rangkaian listrik terlalu besar, maka arus listrik yang mengalir akan semakin kecil. Begitu juga sebaliknya, apabila arus listrik yang diberikan terlalu besar, maka untuk menahan arus listrik tersebut dibutuhkan hambatan yang besar juga. Apabila rangkaian mempunyai arus listrik yang besar dengan hambatan yang kecil, dapat dipastikan rangkaian tersebut akan mengalami kerusakan pada komponen. Komponen yang digunakan untuk menahan arus listrik tersebut ialah resistor.

Contoh Soal 

Suatu rangkaian listrik sederhana mempunyai tegangan listrik sebesar 20 volt dengan hambatan 5 ohm. Maka hitunglah besar kuat arus listrik pada rangkaian tersebut!

Pembahasan:

Dengan menggunakan hukum Ohm, rumus hukum Ohm dapat langsung digunakan :

I = V / R 

I = 20 v / 5 ohm

I = 4 A

Jadi, besar kuat arus pada rangkaian tersebut ialah 4 Ampere.

Nah itulah informasi mengenai pengertian hukum Ohm dalam dunia fisika. Semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk anda.

Tinggalkan komentar