Hukum Kirchhoff : Pengertian Dan Rumus | BelaTIH.com

Hukum Kirchhoff : Pengertian Dan Rumus

Hukum Kirchhoff
Sc to artist

 

Dalam ilmu fisika, terdapat berbagai macam hukum kelistrikan yang dapat dipelajari. Salah satu hukum kelistrikan tersebut ialah Hukum Kirchhoff. Hukum Kirchhoff merupakan persamaan yang dapat digunakan menyelesaikan persoalan dalam sebuah rangkaian listrik arus searah, nilai percabangan dan loop. Hukum Kirchhoff juga berkaitan dengan sifat arus pada suatu titik percabangan dan sifat tegangan dalam sebuah loop. Hukum Kirchhoff ini merupakan perluasan dari Hukum Ohm.

Pengertian Hukum Kirchhoff

Apa itu hukum Kirchhoff? Hukum Kirchhoff merupakan dua persamaan yang berhubungan dengan arus listrik dan tegangan dalam suatu rangkaian listrik. Hukum Kirchhoff ditemukan pertama kali tahun 1845 oleh Gustav Robert Kirchhoff yang merupakan seorang ahli fisika asal Jerman. Rangkaian listrik sederhana tidak dapat dianalisis dengan hanya mengganti rangkaian seri dan paralel resistor saja dalam menyederhanakan rangkaian listrik. Oleh karena itu, Hukum Kirchhoff sangat dibutuhkan guna menyelesaikan persoalan tersebut.

Rumus Hukum Kirchhoff

Gustav Robert Kirchhoff  menyatakan hukum tentang kelistrikannya dalam dua bagian, yaitu Hukum Kirchhoff I dan Hukum Kirchhoff II. 

Hukum Kirchhoff I

Hukum Kirchhoff I biasa disebut Kirchhoff’s Current Law (KCL) atau Hukum Arus Kirchhoff. Hukum Kirchhoff I merupakan hukum kekekalan muatan listrik. Hukum ini digunakan untuk rangkaian multisimpal yang mengandung titik-titik percabangan ketika arus mulai terbagi. Hukum ini menyatakan jumlah muatan listrik  yang mengalir pada suatu rangkaian tidaklah berubah. Nah pada suatu percabangan, kuat arus listrik yang menuju titik cabang jumlahnya sama dengan kuat arus yang meninggalkan titik cabang tersebut.  Hal ini sesuai dengan Hukum Kirchhoff I yang berbunyi :

“Jumlah kuat arus listrik yang masuk ke suatu titik cabang akan sama dengan  jumlah kuat arus listrik yang meninggalkan titik itu”.

Persamaan dari Hukum I Kirchoff dapat dinyatakan melalui rumus berikut:

Σ (Imasuk) = Σ (Ikeluar).

Meskipun listrik seri dan listrik paralel mempunyai bentuk rangkaian yang berbeda. Namun, listrik seri dan listrik paralel ini mempunyai hubungan yang dibuat untuk tujuan yang sama. Listrik seri bertujuan untuk memperbesar hambatan dan sebagai pembagi tegangan pada suatu rangkaian listrik. Pada listrik seri, arus yang melewati setiap hambatan mempunyai nilai yang sama. Pada listrik paralel pun bertujuan untuk memperkecil hambatan da sebagai pembagi arus pada rangkaian. Komponen yang terdapat pada rangkaian listrik  ini mempunyai nilai tegangan yang sama.

Hukum Kirchhoff II

Hukum Kirchhoff II biasa disebut Kirchhoff’s Voltage Law (KVL) atau Hukum Tegangan Kirchhoff.

Beberapa rangkaian listrik tidak dapat disederhanakan dengan menggunakan listrik seri, listrik paralel bahkan kombinasi listrik seri paralel. Hal tersebut dikarenakan rangkaian listrik memiliki dua ggl (sumber tegangan) atau lebih. Nah, untuk menyederhanakan rangkaian listrik tersebut ialah dengan menggunakan Hukum Kirchhoff II. Karena pada Hukum Kirchhoff II membahas mengenai tegangan pada rangkaian tertutup. Hukum Kirchhoff II ini berbunyi  :

“Pada sebuah rangkaian tertutup, jumlah aljabar tegangannya harus sama dengan nol”

Persamaan dari Hukum II Kirchoff dapat dinyatakan melalui rumus berikut:

Σ ε+Σ IR = 0.

Penggunaan Hukum Kirchhoff II untuk tegangan pada rangkaian listrik tertutup, arah arus di setiap cabang dapat diperkirakan sesuai dengan keinginan. Arah arus dapat diperkirakan sesuai arah jarum jam atau sebaliknya. Saat nilai persamaan tegangan sudah dihasilkan, apabila hasil nilainya negatif dapat dipastikan arah arus yang diperkirakan salah. Namun, apabila hasil nilainya postif maka arah arus yang diperkirakan sudah benar.

Nah itulah informasi mengenai hukum Kirchhoff, semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk Anda.

Tinggalkan komentar